Iklan

Buku Kambo

Konten [Tampil]



www.mikromediateknologi.com - Untuk maju, desa tidak harus selalu meng-kota.

Bertetangga dengan alam Kambo adalah sebuah keberkahan yang patut disyukuri, begitupun berkawan dengan  warganya yang giat menanam dan mengolah hasil bumi. Rangkuman hasil kegiatan ini tidak terlepas dari partisipasi aktif warga, dan tentu saja pemuda-pemuda Kambo yang dengan kepedulian besar ingin memajukan kampung halamannya, tanpa harus kehilangan karakter Kambo yang asri dan dekat dengan kesederhanaan kehidupan desa.

Melalui karya ini kami mengajak pembaca untuk melihat geliat Kambo dalam mencari bentuk di tengah arus modernisasi dan digitalisasi yang tidak dapat dihindari. Dengan masyarakat dan pemuda sebagai motor penggeraknya, Kambo ingin menyapa dan menjamu dunia.


Buku Kambo


Kambo adalah titik paling indah memandang  Kota Palopo. Di kelurahan ini, Palopo mendapat 2 perspektif sekaligus, namun paradoks. Jika memandang secara “outward”, kita akan menemukan Palopo sebagai sebuah lanskap kota dengan kawasan terbangun yang intens, dinamis dan bercirikan urban. Namun, jika memandang secara “inward”, kita akan
menemukan Palopo sebagai sebuah lanskap kampung di atas bukit yang masih permai, sejuk, dan bercirikan rural.

Paradoks inilah yang menjadikan Kambo berbeda. Kambo dianugerahi banyak spot yang indah, namun tidak sedikit menyimpan ‘masalah’. Sebagai kampung, ia adalah habitat atau tempat hidup bagi 1.080 jiwa warga Kambo---yang akses terhadap sanitasi layaknya masih perlu mendapat perhatian. Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan hutan lindung, buah-buahan dan produk hutan non kayu lainnya menjadi andalan. Namun demikian, aktivitas pertanian ini masih belum memberi daya ungkit yang besar bagi kesejahteraan warga.  

Sebagai destinasi wisata, angka kunjungan wisata ke Kambo memang semakin membaik, namun aksesibilitas dan layanan pada spot-spot potensial kualitasnya masih kurang baik.

Dengan realitas ini, Kambo juga menjadi antitesis dari Palopo yang kini bergegas menjadi kota modern---dengan bangunan-bangunan megah dan segala kesibukan warganya. Di Kambo, hari-hari warga masih disibukkan dengan aktifitas pertanian, menanam cengkeh, memanen lengkuas, merawat kebun durian, dan menyusur hutan mencari lebah. Meski begitu, dibandingkan dengan budaya bertaninya, Kambo lebih dikenal masyarakat sebagai tempat untuk menikmati minuman sarabba di ketinggian, dengan latar depan Kota Palopo.  

Buku Kambo (titik terindah memandang Kota Palopo) adalah buah dari kolaborasi, pengabdian, sinergi, kreatifitas dan niat tulus membangun negeri. Karya ini membuktikan bahwa semua tempat adalah laboratorium untuk memperoleh, menemukan dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan.


Deskripsi  Buku 

Judul Buku : Kambo (Titik Paling Indah Memandang Kota Palopo)

Penulis : Amiruddin Akbar Fisu; Zulham A. Hafid; Nurhijrah; Liza Utami Marzaman; Moh. Sutrisno; Ulfa Utami Mappe; Zulfikar; Sunandar

Editor  : Ernawati

Desain Sampul : Liza Utami Marzaman

Jumlah Halaman : vii+ 66 hal. 

Ukuran buku :  29,7 x 29 cm

Jenis Kertas : Art paper 150g, Full color

Cover : Hard Cover 

Harga : Rp. 210.000

Tahun Terbit : September, 2022.

ISBN :

 

Pemesanan Buku



Bagi yang ingin memesan buku ini bisa hubungi penerbit via DM Instagram @penerbitmikromedia dan juga fast respons di nomor WhatsApp : 0813-1083-2017

Silakan isi form ordernya

Form Pembelian Buku  

Nama :

Alamat lengkap :

No. HP :

Jumlah buku yang dipesan :



Tersedia juga buku di Google Play Book : Buku Kambo

Tokopedia (Sahabat- Keluarga) : Buku Kambo

 
Salam
Mikromediateknologi.com

Subscribe Our Newsletter

Related Posts

Buka Komentar
Tutup Komentar

Posting Komentar

klan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel